Geliat Mabar Menyambut Sail Komodo 2013

 

Proyek perluasan landasan pacu Bandar Udara Komodo (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

LABUAN BAJO, FBC-Banyak pihak optimistis, Sail Komodo 2013 akan mampu mentrasformasi dunia kepariwisataan NTT menjadi pariwisata yang mendunia, minimal dapat menjadi salah satu destinasi utama bagi para pelancong khususnya wisatawan mancanegara. Potret itu mulai dilihat dari langkah-langkah pemerintah  dan masyarakat Manggarai Barat (Mabar) dalam menyongsong kegiatan akbar bertaraf internasional itu.

Kini aneka desain baliho bergambar reptile purbakala Komodo untuk mengajak masyarakat mendukung Sail Komodo 2013 mulai menghiasi jalan-jalan utama kota Labuan Bajo dan kantor-kantor pemerintahan Manggarai Barat.

Geliat keseharian warga penghuni kota pariwisata ini pun mulai diwarnai dengan berbagai persiapan menyambut acara akbar Sail Komodo 2013. Menjelang puncak acara sail Komodo yang dijadwalkan akan berlangsung tanggal 14 september ini pemerintah pusat dan daerah terus menggiatkan  berbagai persiapan baik yang bernuansa hiburan maupun pembangunan  infrastruktur pelayanan publik lainnya.

Sejumlah fasilitas publik seperti proyek perpanjangan landasan pacu Bandar Udara Komodo, pemotongan bukit, pembangunan jaringan air bersih, dan pembangunan tanggul atau pengaman pantai di kawasan Kampung Ujung sepanjang 350 m.

Program lain seperti penataan bangunan penduduk atau bedah rumah penduduk  dan lingkungan yang menelan total dana sekitar 17 miliaran lebih kini hampir rampung. Demikian pula penataan area Pantai Pede sebagai lokasi berlangsungnya acara puncak Sail Komodo 2013 kini mulai dilakukan.

Untuk pembangunan panggung kehormatan dan fasilitas pendukung lainnya menurut informasi akan didatangkan dari Jawa. Saat ini para pekerja terus melakukan pembangunan dan pembenahan.

Pembenahan juga dilakukan di sejulah wilayah obyek wisata seperti di kawasan Loh Liang di pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca dan di perkampung nelayan di Desa Komodo dan Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca.

Meskipun banyak pihak optimis kegiatan sail Komodo 2013 bakal sukses dan membawa sejumlah perubahan ke arah kemajuan namun banyak kalangan juga yang meragukan pelaksanaan kegiatan akbar ini dapat berjalan sukses lantaran masih banyak persoalan yang mesti dilakukan.

Kendala yang masih dihadapi oleh pemerintah yakni terbatasnya ketersediaan hotel dan restaurant atau rumah makan yang representative. Saat ini baru tercatat jumlah hotel sebanyak 40 dengan total kamar mencapai 857 kamar sementara hampir semua kamar sudah penuh dipesan oleh para tamu baik di dalam dan luar negeri.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, pemerintah berencana akan mendatangkan sejumlah kapal Pelni untuk memodifikasi ruangan kapal menjadi tempat penginapan bagi para tamu.  Pemerintah juga mendorong masyarakat lokal untuk mempersiapkan kamar-kamar rumah tinggal mereka agar bisa menampung para tamu yang akan berkunjung ke wilayah ini.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau kelompok atau paguyupan-paguyupan masyarakat yang ada di kota Labuan Bajo agar bisa mempersiapkan rumah khusus untuk menampung para tamu terutama bagi tamu-tamu lokal atau dari kabupaten lain di NTT yang akan ikut memeriahkan acara puncak Sail Komodo 2013.(Kornelius Rahalaka)

You must be logged in to post a comment Login