Quantcast

Petani Kopi Waspadai Hama Penggerek Buah

Penggerek buah kopi ( Foto : FBC/Yosafat Koli)

BAJAWA, FBC- Petani kopi di Kabupaten Ngada dan Manggarai yang tengah melakukan panen raya kopi agar mewaspadai hama penggerek buah.  Kuncinya adalah petani harus menjaga sanitasi tanaman dan memutus matarantai kehidupan hama yang menyerang buah tersebut.

Demikian  Ir. Qithfirul Aziz dari Pusat Penelitian  Kopi dan Kakao Indonesia yang berpusat di Jember  dalam rangkaian lawatannya ke Flores mengunjungi petani dampingan  Delsos Ruteng dan Lapmas Ngada,  (28/6-4/7).

Memaparkan pengamatannya,  Firul mengatakan, penggerek buah akan menyerang buah kopi yang masih hijau,  merah dan sudah kering sehingga dikhawatirkan menurunkan priduksi kopi.  Saat ini secara sopradis sudah mulai menyerang tanaman kopi di Ngada dan Manggarai.

Menurutnya,  hidup dan berkembangnya peggerek buah kopi sangat dipicu oleh pola budidaya petani. Misalnya petani memadukan tanaman arabika dan robusta dalam satu lahan.  Siklus berbuah dua jenis tanaman ini, saat arabika berbuah, robusta  mulai berbunga. Dan saat arabika panen,  robusta mulai berbuah. Berpindahnya hama dari arabika ke roubusta demikian mudahnya sehingga matarantai  hama hidup dan berkembang biak menyerang  kopi semakin cepat.

“Sehingga menanam arabika dan robusta dalam satu lahan sangat baik untuk mendukung matarantai  kehidupan hama. Maka tidak dianjurkan untuk menyatukan kedua tanaman ini dalam satu lahan,” ujar Firul.  Ditegaskannya, kalaupun sudah terlanjur menanam, petani harusnya mengenal dan mengendalikan hama di kebunnya.

Hama penggerek buah, paparnya, merupakan sejenis seranggaberjenis kelamin  jantan dan betina. Serangga betina aktif terbang pada jam 16:00 -18:00. Serangga ini hanya berbiak pada buah kopi (Coffea spp.)  dan serangga larva dan dewasa menggerek pada biji kopi yang telah mengeras. Di dalam kopi, betina bertelur, usia telur 5-9 hari, lalu berubah menjadi larva 10-26 hari, larva berubah menjadi pupa selama 4-9 hari.

Perubahan demikian cepat membutuhkan pengendalian yang terpadu dan bersama-sama.  “Percuma kalau pengendalian oleh orang per orang, atau hanya beberapa kelompok saja. Ini harus dilakukan secara terpadu, serentak  untuk memutuskan mata rantai hama penggerek buah,” ujarnya.

Ir. Qithfirul Aziz di Malanusa, Golewa, Ngada (Foto: FBC/Yosafat Koli))

Cara mengatasi hama dapat dilakukan dengan beberapa pola.  Pertama, pengendalian kultur teknis. Ini dilakukan dengan petik bubuk, memetik semua buah masak yang terserang maupun tidak pada 15-30 hari menjelang panen besar.  Lelesan,  pemungutan semua buah kopi yang jatuh ditanah, baik terhadap buah terserang maupun buah tidak terserang.

Racutan/rampasan, yaitu memetik seluruh buah  yang ada di pohon pada akhir panen.  “Seluruh buah hasil petik bubuk, lelesan, racutan direndam dalam air panas selama 5 menit,” ujar pria yang telah melanglangbuana  dke seluruh daerah penghasil kopi dan kakao di seluruh Indonesia dan Timor Leste.

Pengendalaian kedua   secara biologis.  Menggunakan parasitoid cephalonomia  dan  pathogen (beauveria bassiana) dengan dosis 2,5 kg biakan padat per hektar, yang dilakukan pada sore hari.  Jamur beauveria bassiana, sebenarnya ada pada buah kopi berwarna putih. Jamur inilah yang dikembangkan untuk memudahkan perlakuan pengendalian hama. “Tuhan telah menciptakan hama tetapi sekaligus obatnya di tubuh tanaman ini, tinggal kita bias mengenal mana yang merusak, mana yang bias menyembuhkan,” ujarnya.

Ketiga, penggunaan tanaman yang masak serentak. Ini berujuan tidak ada selisih waktu yang dapat memberikan peluang bagi berbiaknya hama.  Untuk arabika, menggunakan varietas USDA 731 dan USDA 762 dan robusta kombisaklon BP 42, BP 288 dan BP 234 (dataran rendah) dan kombinasi klon BP 42, BP 358 dan BP 409 (dataran tinggi).

“Kami sangat senang ada pelatihan pengenalan hama dan penyakit ini. Kami selama ini anggap biasa saja padahal nanti ada masalah,” ujar Mama Welu,  petani dari Malanuza. (Yos)

 





One Response to "Petani Kopi Waspadai Hama Penggerek Buah"

You must be logged in to post a comment Login