Quantcast

Adonara Kembali Berkecamuk

KUPANG. FBC- Perang tanding antarwarga di dua desa masing-masing Redontena dan Adobala di Kecamatan Klubagolit Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (ntt)  kembali pecah, karena persoalan lahan garapan yang berada di wilayah batas dua desa tersebut.

Wakil Kepolisian Polres Flores Timur,  Komisaris Polisi (Kompol) David Yosef yang dihubungi dari Kupang, Rabu (5/6) mengakui perang tanding tersebut dan telah menerjunkan aparat kepolisian dari Polres Flores Timur dan dibantu oleh aparat dari Polsek setempat untuk mengamankan situasi di sana.

“Memang situasi di dua desa masing-masing Adobala dan Redontena sudah mulai memanas dan kita telah kirimkan pasukan ke tempat kejadian perkara tadi pagi,” kata David.

Dia mengatakan, pecahnya perang tersebut, dipicu oleh masalah lahan garapan yang berada di batas wilayah kedua desa. Persoalan itu, merupakan persoalan lama yang sudah menjadi sejarah pertarungan dua desa tersebut.

Dia mengatakan, pada tahun 1952 perang tanding itu terjadi dengan pemicu yang sama, dan muncul lagi pada tahun 1982 hingga ada korban jiwa warga Adobala. “Dan kali ini pecah lagi dan sudah kita kirimkan pasukan ke TKP,” kata David.

Dia mengatakan, hingga saat ini, kondisi dan situasi di tempat kejadian masih bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian yang diterjunkan ke lokasi tersebut.
“Situasi dan kondisi di TKP masih bisa kita kendalikan,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Lembata itu.

Kendati begitu, lanjut dia, aparat kepolisian yang diterjunkan masih terus mewaspadai kondisi di sana, karena bukan tidak mungkin akan meluas ke sejumlah daerah lain. Dimungkinkan, kata dia, akan ada perluasan kondisi di TKP.

Seorang warga Adonara Daniel Dile Boli, yang dihubungi dari Kupang, mengaku telah mendengar bunyi letusan senjata rakitan di dua desa itu sudah terjadi sejak Selasa (4/6) sore. “Hingga pagi ini masih juga terdengar letusan senjata rakitan tersebut,” katanya. Dia mengaku, aparat Polisi dari Polres Flores Timur sudah terlihat berjaga di tempat kejadian perkara.

Seorang warga Desa Adobala Ama Ronga yang dihubungi dari Kupang mengatakan, telah terjadi tembak-menembang antara dua desa tersebut sejak Selasa. Kondisi itu, lanjut dia telah menimbulkan korban peluru nyasar masing-masing Regina(45) yang sedang menggendong anaknya Mercy (2).

“Regina terkena peluru di betis bagian kanan dan Mercy mengalami luka di bagian kepala. Kedua korban telah dilarikan ke Puskesmas Bale di Pepak,” katanya. (Oni)





12 Responses to "Adonara Kembali Berkecamuk"

You must be logged in to post a comment Login