Quantcast

Bagaimana pedoman penatalaksanaan malaria di NTT yang terbaru?

Pertanyaan Tentang Malaria
Nama Ryo
Email Anda danker_ryo(at)yahoo.com
Kategori Tentang Malaria
Pertanyaan Anda Salam sejahtera dok. Saya mau tanya, bagaimana pedoman penatalaksanaan malaria di NTT yang terbaru? Kira-kira dimana saya bisa dapat info mengenai malaria terbaru di NTT? terima kasih dok.

Salam kenal sahabat Ryo
Pedoman Tatalaksana Malaria di NTT mengacu pada pedoman Nasional.
Pada prinsipnya Ada 3 Hal penting
1. Diagnosis malaria Harus terkonfirmasi secara laboratorium (mikroskopis atau rapid diagnostic test), Tidak Boleh mengobati pasien berdasarkan klinis semata (malaria klinis). Karena gejala klinis malaria khususnya di daerah endemis seperti di NTT, sangat Tidak khas.
2. Pengobatan malaria menggunakan obat kombinasi berbasis artemisinin (ACT: Artemisinin based Combination Therapy). ACT yang saat ini digunakan Oleh program malaria kementrian kesehatan adalah Artesunate amodiaquine (arsuamoon) Dan Dihydroartemisinine Piperaquine (Darplex, Arterakine). Sedangkan ACT yang digunakan Untuk pasien PT Askes adalah Artemeter Lumefantrine (Coartem).
3. Obat klorokuin sudah Tidak digunakan lagi sebagai obat malaria di Indonesia karena Angka kegagalannya sangat tinggi.
Untuk data kasus malaria di NTT tentu Dinas Kesehatan Propinsi NTT yang memiliki.
Kalau ingin Informasi lebih lanjut atau ingin mendapatkan buku pedoman Tatalaksana malaria Dan kepustakaan malaria lainnya, bisa menghubungi saya by email: asepforever(at)yahoo.com. 
Demikian sahabat Ryo informasi sementara Dari saya. semoga bermanfaat
Salam sehat bermanfaat.
Asep





One Response to "Bagaimana pedoman penatalaksanaan malaria di NTT yang terbaru?"

You must be logged in to post a comment Login