Quantcast

Kurikulum 2013 Hanya Diberlakukan di Sekolah Sample Saja

KUPANG. FBC-  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim menjelaskan, kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan bulan Juli mendatang, tidak diberlakukan untuk semua sekolah di Indonesia, tetapi hanya pada sekolah-sekolah sample yang dipilih. Para guru pada sekolah yang dipilih akan mengikuti pelatihan sebelum kurikulum dilaksanakan.

Wamendikbud RI, Musliar Kasim

Penegasan Wamendikbud itu disampaikannya kepada wartawan di Kupang, Selasa (23/40) usai melakukan pemantauan pelaksanaan UN di beberapa daerah di NTT sejak Senin (22/4) hingga Selasa (23/4).

Musliar Kasim menjelaskan, pelaksanaan Kurikulum 2013 memberi ruang belajar yang lebih terbuka kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) untuk tidak terus dipaksa belajar dalam ruangan yang kaku, dengan jumlah mata pelajaran yang menuntut peserta didik harus menghafal serta menguasainya. Ada sejumlah mata pelajaran seharusnya belum bisa diajarkan di tingkat SD karena masih terlalu berat untuk anak-anak seusia mereka.

“Kalau saudara masih punya anak kecil sekolah di SD, saudara harus berbahagia menanti diberlakukannya Kurikulum 2013 ini. Karena anak Anda akan belajar dengan bahagia, tidak lagi seperti yang saat ini,” jelas Kasim.

Mengenai penambahan jam pelajaran untuk pendidikan agama,  Kasim menyebut alasannya karena selama ini pelajaran agama dianggap tidak berhubungan dengan budi pekerti. Namun, kenyataannya sangat berhubungan erat sehingga mata pelajaran agama diganti menjadi mata pelajaran agama dan budi pekerti.

Ihwal  pengurangan jam pelajaran bahasa Inggris, Kasim menegaskan, itu hanya terjadi pada tingkat SD. Mata pelajaran bahasa Inggris dikategorikan dalam kelompok mata pelajaran muatan lokal sehingga tidak dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum.

Menurut Kasim, dengan sistem pemilihan sekolah berdasarkan persentasi jumlah sekolah di setiap kabupaten yang ada di seluruh Indonesia, khusus untuk tingkat SD, hanya akan terdapat lima, sampai dengan 10 SD yang akan ditetapkan menjadi sample untuk diterapkan kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2013/2014, bulan Juli 2013 mendatang.

“Kurikulum 2013 ini sangat simpel dan sangat membantu siswa. Tidak banyak pelajaran yang diperoleh siswa tapi hanya pelajaran agama dan tematik. Kurikulum 2006 dengan pola KTSP justru sangat membebani para guru dengan penyusunan silabus,” tutur Wamen Kasim. (Oni)





You must be logged in to post a comment Login