Quantcast

Wartawan Kecam Pernyataan Kapolres Manggarai

RUTENG,FBC-Pernyataan Kapolres Manggarai, Pontjo Soediantoko yang menyebutkan provokator dan wartawan sebagai pihak yang diuntungkan dalam konflik yang terjadi antarwarga atau kelompok warga, mengundang protes dan kecaman keras dari Aliansi Wartawan Manggarai (AWAM).

Wartawan  mengecam  keras pernyataan Kapolres Manggarai, Pontjo Soediantoko  dengan mendatangi  Maplores  Manggarai di Ruteng, Kamis, (21/3). Saat itu, para wartawan membawa serta sejumlah poster yang berisikan kecaman.

Kapolres Manggarai, Pontjo Soediantoko (Baju Merah) saat menerima sejumlah wartawan di Mapolres Manggarai di Ruteng, Kamis (21/3). (Foto/FBC/Sidus Madi)

Sejumlah wartawan itu, diantaranya, Ketua Awam  Jo Kenaru (ANTV), Marten Don (FN-Online.com) , Enok Tangur (RCTI), Aleks  Aman (Suara Manggarai Raya), Marsel Gunas (The Indonesia  Way), Sidus Madi (Floresbangkit.com) Marsel Ahang (Suara Manggarai Raya) , Yohanes Manase Victory News), Alfan Manah (Fajar Bali), Leo Gonsaga (TVRI), Ferdinan Ambo (Suarantt.com),  Heri Harun (Timex).

Pada kesempatan itu, dihadapan  Kapolres Pontjo yang didamping  Humas Polres Manggarai, Simon Jeo. Yohanes Manase (Viktory News)  menyampaikan penyesalan atas pernyataan Kapolres yang menyebutkan wartawan dan provokator adalah pihak yang diuntungkan dalam konflik antarwarga.

Ia juga mengingatkan Kapolres  untuk hati-hati dalam memberikan pernyataan sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas di masyarakat. “Ini  membuat kesan di mata masyarakat bahwa wartawan adalah provokator.  Karena itu, kami minta agar Kapolres mencabut kembali pernyataan itu,” tegas Manase.

Hal senada juga disampikan, Marten Don ( FN-Online.com). ia menyayangkan pernyataan Kapolres Pontjo yang sangat merendahkan profesi wartawan. Selain itu, kata dia, pernyataan kapolres itu  bisa  juga berdampak pada resiko keselamatan  kerja  wartawan. Bisa saja kalau masyarakat melihat wartawan maka itu dianggap provokator , dan bukan tidak mungkin ada yang mengancam wartawan sehingga membahayakan keselamatan kerja para wartawan.

Sebelumnya, Ketua AWAM, Jo Kenaru (ANTV), mengatakan, pernyataan Kapolres Pontjo sangat melecehkan wartawan.  “ini sangat mengganggu kerja wartawan di lapangan,”ungkap Kenaru. Demikian pula, Alfan Manah (Fajar Bali), ia mengaku kesal dengan pernyataan Kapolres Manggarai itu. “Kita jalankan tugas dengan aturan, ada etika  kerja  dilapangan.Pernyataan Kapolres itu sangat melukai profesi wartawan,”ujar Manah dengan nada kesal.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Pontjo Soediantoko, kepada wartawan mengaku menyesal atas apa yang diungkapkannya saat itu. ”Saya  tidak bermaksud melecehkan teman-teman wartawan apalagi membuat  tidak aman dalam menjalankan tugas wartawan dilapangan. Saya sangat menyesal bila apa yang saya katakan saat itu tidak berkenan. Dari  lubuk hati yang paling dalam baik sebagai pribadi maupun sebagai institusi saya minta maaf,”kata Kapolres Pontjo Soediantoko yang didiampingi Humas Polres Manggarai, Simon Jeo.

Kecaman para wartawan  yang  ditujukan kepada Kapolres Manggarai, Pontjo Soediantoko ini menyusul pernyataan dia, sebelumnya, pada Rabu (20/3) siang. Saat  hendak menenangkan warga Kumba dan Carep yang saling klaim atas status tanah yang terletak di ujung timur Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

“Kalau perang kan yang senang itu provokator karena mereka berhasil memancing. Juga wartawan karena wartawan dapat berita,” kata Pontjo saat itu. Konflik antar warga atau kelompok warga membawa kepuasan bagi provokator. Selain provokator, perang juga membawa keuntungan bagi wartawan karena perang merupakan berita bagi wartawan.(Dus)





You must be logged in to post a comment Login