13 Anggota DPRD NTT Siap di-PAW

KUPANG. FBC – Sebanyak 13 anggota DPRD NTT dari partai politik yang tidak lolos sebagai peserta pemilu legislatif 2014 siap dilakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) bila mau menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dengan pindah ke partai lain.

Ketua KPU NTT, John Depa: Aturan harus ditegakkan (Foto: FBC: Bonne Pukan)

Ketua KPU NTT, John Depa kepada wartawan di Kupang, Rabu (13/3) menjelaskan, sesuai undang- undang kepartaian, satu orang tidak boleh merangkap menjadi anggota partai yang berbeda. Artinya, satu orang hanya menjadi anggota di satu partai politik yang ditandai dengan kartu tanda anggota (KTA). Jika mau pindah ke partai politik, maka harus membuat surat pengunduran diri dari partai sebelumnya termasuk mereka yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan.

“Copyan KTA menjadi prasyarat wajib yang harus dipenuhi dalam pengajuan daftar calon anggota legislatif oleh partai politik,” kata Depa.

Menjawab pertanyaan tentang pengunduran diri dari partai politik sebelumnya itu bisa berdampak pada proses PAW untuk 13 anggota DPRD NTT yang partainya tak lolos sebagai peserta pemilu legislatif 2014, John Depa mengatakan, ada mekanisme yang mengaturnya. Karena ini sangat bergantung dari partai politik yang telah mengantar 13 orang tersebut menjadi anggota dewan. Jika parta politiknya mengizinkan kadernya untuk bergabung dengan partai yang ditunjuk atau memilih partai mana saja, proses PAW kemungkinan tidak terjadi digelar.

“Proses PAW ada mekanismenya sebagaimana proses yang harus ditempuh seorang kader partai untuk meraih kursi di legislatif,” ujarnya..

Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) NTT yang juga anggota DPRD NTT, Somi Pandie menyatakan, walau PDS sudah dinyatakan tidak lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2014, dirinya siap maju lagi sebagai calon anggota DPRD NTT. Namun dirinya belum mengambil sikap untuk bergabung dengan partai mana karena masih menunggu hasil gugatan partainya ke PTUN hingga tanggal 15 Maret 2013 mendatang. Padahal sudah ada keleluasaan dari pimpinan pusat partai itu agar kader-kader PDS bisa mencalonkan diri lewat partai lain.

Tentang partai mana yang dikomunikasikan untuk bergabung, Somi enggan menyebutnya. Memang sudah ada komunikasi dengan partai tertentu, tapi belum bisa disampaikan, karena masih menunggu keputusan dari PTUN atas gugatan yang diajukan. Namun dirinya berjanji punya potensi untuk kembali duduk sebagai anggota DPR NTT, dari partai manapun.

Ketua DPD Hanura NTT, Jimmy Sianto menyatakan, sebagai partai terbuka, partainya membuka diri dan siap menerima kader partai lain terutama kader dari partai yang tidak lolos sebagai peserta pemilu 2014 untuk bergabung dengan partai ini. Walau membuka diri kepada siapapun yang mau bergabung dengan Partai Hanura, tapi tentunya disesuaikan dengan mekanisme yang partai.

“Jika gabung hanya untuk mendapat kartu tanda anggota (KTA), boleh-boleh saja. Tapi kalau tujuannya untuk menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2014, tentunya akan dikaji,” ujarnya.

Jimmy menegaskan, dalam penyusunan daftar calon anggota legislatif, pihaknya lebih memprioritaskan kader partai. Karena kader parta telah terbukti militansinya dalam membesarkan partai di NTT. Dimana dengan kerja keras dan soliditas yang tinggi, partai Hanura lolos dalam proses verifikasi, baik administrasi maupun faktual di NTT. Karena itulah kader partai selalu diprioritaskan dalam seluruh pengambilan keputusan terutama berkaitan dengan pencalonan anggota legislatif. (Oni)

You must be logged in to post a comment Login