Akibat Badai, Penyeberangan Labuan Bajo-Sape Tertutup

LABUAN BAJO, FBC- Hujan badai yang menghantam bagian Barat Flores mengakibatkan macetnya lalu lintas penyeberangan di wilayah Manggarai Barat. Ratusan angkutan ekspedisi terpaksa tidak bisa menyeberang lantaran kapal motor penyeberangan setempat dilarang bepergian untuk waktu yang belum ditentukan.

Pantauan FBC, Kamis (28/2), ratusan kendaraan ekspedisi dan kendaraan penumpang tujuan Bali dan Jawa tampak memadati pelabuhan laut ASDP Labuan Bajo. Para sopir dan penumpang sebagian terpaksa menginap di ruang tunggu pelabuhan setempat dan sebagian lainnya terpaksa pulang ke kampung halaman masing-masing sambil menanti cuaca kembali normal. Larangan penyeberangan oleh pihak BMKG tersebut berdampak pada biaya hidup yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, minum dan penginapan.

Karena mesti menunggu lama pengemudi truk mengeluarkan ongkos makan tambahan. Foto Kornelius Rahakala

“Dengan tidak adanya penyeberangan, kami terpaksa harus keluarkan anggaran untuk makan, minum dan penginapan. Namun, kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan situasi alam ini,” ujar Charles dan Marsel, dua sopir kendaraan ekspedisi. Untuk mengisi waktu luang, para sopir itu bermain kartu atau memotong rambut dan mengobrol. Sementara itu, puluhan penumpang terlihat duduk-duduk di pelataran ruang tunggu. Mereka membawa serta barang-barang milik mereka. Para penumpang terpaksa menginap di ruang tunggu beralaskan tikar atau dos kardus seadanya.

Rata-rata kendaraan ekspedisi memuat barang-barang hasil komoditi seperti pisang, kemiri, kelapa, coklat dan barang-barang rongsokan untuk diantarpulaukan keluar wilayah Manggarai Barat. Sebagian besar komoditi seperti pisang mulai rusak dan terpaksa dijual dengan harga murah. Satu sisir pisang dijual dengan harga Rp.3000-Rp.5000. Padahal, di Bali atau di Jawa bisa dijual seharga 2 sampai 3 kali lipat. “Daripada rusak, kami terpaksa jual walau dengan harga murah,”ujar Piter Darto seorang penjual.
Sementara itu, pihak ASDP Labuan Bajo hingga kini belum memberikan informasi yang pasti terkait jadwal penyeberangan kapal. Kantor ASDP tampak sepi dan tertutup rapat. Hanya di pintu tertempel pengumuman yang menyebutkan antara lain, jadwal penyeberangan dihentikan dari tanggal 21 Februari 2013. Jadwal pemberangkatan baru akan diumumkan kepada masyarakat setelah mendapatkan informasi yang pasti dari pihak BMKG. Surat pengumuman itu ditandatangani oleh Supervisi Sigit Purnomo. Alasan pihak BMKG menghentikan aktivitas penyeberangan karena cuaca buruk yang melanda wilayah ini dengan ketinggian gelombang bisa mencapai 4-5 meter.(Kornelius Rahalaka)

You must be logged in to post a comment Login