Quantcast

Korupsi BBM, Kadis ESDM Lembata Ditahan di LP Penfui Kupang

KUPANG. FBC- Setelah ditahan selama tiga malam di Rumah Tahanan (Rutan) Lewoleba, dua tersangka kasus korupsi pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk delapan Perusahan Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tahun Lembata 2010, Kamis 31/1) pagi diterbangkan ke Kupang. Kini keduanya langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Penfui Kupang.

Informasi yang diperoleh floresbangkit.com dari Lewoleba, Lembata menyebutkan kedua tersangka masing-masing Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESMD) Rafael Hadjon dan mantan Bendahara ESDM Hendrikus Pati diterbangkan dari Lewoleba dengan pesawat Susi Air ke Lewoleba.Keduanya akan menjalani proses hukum di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Kupang.

Bupati Lembata: Eliazar Yentji Sunur

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi NTT,  Johny Maulaka yang dikonfirmasi melalui telepon di Kupang, Kamis (31/1) membenarkan, kedua tersangka kasus korupsi dari Lembata itu sudah tiba di Kupang dan langsung dititipkan di LP Penfui.

Kepala Lembaga Pamasyarakatan (LP) Penfui Kupang, Sartono yang dihubungi juga melalui telpon membenarkan kalau kedua tersangka itu sudah dititipkan penyidik kejaksaan   Lembata ke LP Penfui Kupang pada, Kamis (31/1).

“Kedua tersangka sudah tiba di LP dan kini sedang ditahan di LP Penfui Kupang. Keduanya merupakan titipan Kejaksaan Negeri Lewoleba,” katanya.

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur yang dikonfirmasi terkait kasus ini dan penahanan kedua tersangka itu  melalui telepon, Kamis (31/1) mengatakan sudah mengetahuinya dan memberikan kebebasan kepada aparat penyidik untuk memproses kasus ini.

”Pemkab Lembata sudah menandatangani memorandum of understanding dengan Kejaksaan Negeri Lewoleba untuk bersama-sama memeranga korupsi di Lembata. Karena itu, siapapun yang terlibat korupsi, silahkan diproses sesuai hukum yang berlaku dan proses secara berkeadilan,” kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata Heru Amdani Selasa (29/1) di kantor Kejari Lembata mengatakan, sejak 19 Oktober 2012 Kadis ESDM dan mantan Bendaharanya telah ditetapkan menjadi tersangka. Upaya pemanggilan dilakukan berulang-ulang, namun baru memenuhi panggilan Jaksa pada Senin (28/1). Setelah diperiksa keduanya langsung dijebloskan di Rutan Lewoleba.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kedua tersangka diduga melakukan penyelewengan dana operasional BBM jenis solar. Berdasarkan hasil audit BPKP di temukan kerugian negara sebesar Rp. 160 juta. Kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Korupsi Nomor 31 tahun 1999 atau yang dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Berdasarkan hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 160 juta. mereka kami jerat dengan UU tentang Korupsi Nomor 31 tahun 1999 atau yang dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal 4 sampai 15 tahun penjara.  (Oni)





You must be logged in to post a comment Login