Suara Perantau

Jangan Golput, Pilkada dan Kebaikan

John Kadis

Ngomong sekenanya. Sesungguhnya nilai-nilai kebaikan (kasih) itu sama dimana-mana, hanya penyandangnya yang berbeda; mereka hidup dalam sukacita, ada yang bernama Suster Teresa dari Kalkuta, Abraham Lincoln dari USA, Mahatma Gandhi dari India, Abdurahman Wahid dari Jombang, El Tari dari Kupang. Apakah calon gubernur dan calon wakil gubernur (baca : cagub dan cawagub) kita di NTT termasuk dalam golongan ini? Sejarah akan menyimpulkannya.

Dengan berpatokan pada ‘kebaikan yang akan mereka berikan untuk NTT’, maka dapat disebut bahwa cagub dan cawagub NTT juga adalah penjunjung kebaikan di lokasi sejarah yang berbeda.

Kalau kebaikan Suster Teresa, Abraham Lincoln, Abdurahman Wahid, misalnya, diketahui dari literatur-literatur tentang mereka di toko-toko buku dunia, ( dan tentu kebaikannya diam-diam tercatat juga di toko buku di sorga), maka kebaikan cagub dan cawagub yang belum dibukukan di dunia ini kiranya tercantum dalam literatur kebaikan di toko buku di sorga.

Dan bila kebaikan itu mengesankan manusia banyak, maka mudah-mudahan kebaikan gubernur ini dibukukan di dunia dan terpajang di toko buku ternama. Hehehe…

Selain itu ada juga orang yang sukacita membawa kebaikan versi mereka sendiri ( oleh orang lain menyebutnya ‘keburukan’ ), dan mereka, oleh kaum agamawan, disebut sebagai ‘kuda tunggang iblis’.

Dalam sejarah, orang-orang tersebut antara lain Hitler, Kanselir Jerman yang dengan bangganya membunuh ras Yahudi di Jerman; Idi Amin, presiden di Uganda, yang dengan sukacitanya membunuh semua lawan politiknya tanpa penyesalan. Apakah versi kebaikan kuda tunggang ini ada juga dalam cagub dan cawagub kita di NTT?

Kalau mendengar program cagub dan cawagub dan komentar-komentar para pendukung untuk cagub jagoannya, kebaikan versi ini ( dibaca : keburukan) tidak ada. Kalaupun ada, maaf, itu hanya semacam ‘penghakiman’ oleh para pendukungnya terhadap cagub dan cawagub lawan & para pendukungya.

Masyarakat NTT adalah bangsa religius, yang selalu berdoa untuk kebaikan bagi sesama. Cagub dan cawagub kita bukanlah orang suci, tetapi orang biasa-biasa saja yang bertekad membawa kebaikan untuk NTT. Marilah berlomba mempresentasikan kebaikan mereka kepada rakyat NTT, karena rakyat NTT-lah yang berhak menentukan yang terbaik nanti di kamar TPS pilkada.

Saya adalah orang NTT perantau. Dan semua orang NTT perantau yang tidak mendukung abstain ( golput) dan peduli akan kebutuhan seorang pemimpin, berharap rakyat NTT menggunakan hak pilihnya untuk mendapatkan gubernur mereka periode 2013-2018.

Dan terhadap gubernur terpilih, semoga anda tetap menyertainya dengan kritik agar yang bersangkutan berjalan pada rel kebaikan. Janganlah golput atau abstain untuk bersama menabur kebaikan di dalam hati orang. (John Kadis)

 

You must be logged in to post a comment Login