Fasilitas Kesehatan Yang Terabaikan

LABUAN BAJO, FBC-  Fasilitas kesehatan yang memadai merupakan dambaan dari setiap warga. Namun, pembangunan bidang kesehatan boleh dibilang masih sering terabaikan. Belum lagi bila bicara fasilitas kesehatan ini dikaitkan dengan Sail Komodo nantinya. Memang masih terabaikan.

Fasilitas Rumah Sakit Umum (RSU) hingga kini belum ada di Manggarai Barat. Praktis, bagi pasien yang membutuhkan perawatan serius harus rujuk ke RSU Ruteng, Kabupaten Manggarai atau terpaksa dibawa ke Denpasar Bali dengan menggunakan jasa pesawat.

Pembangunan RSUD Mabar hingga kini masih dibiarkan terlantar

Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan ketersediaan sumber daya manusia yang professional menyebabkan tenaga dukun baik terlatih maupun tidak terlatih masih mempunyai peran yang signifikan dalam melayani kesehatan masyarakat di wilayah ini. Berdasarkan data, sekitar 38% penduduk masih menggunakan jasa dukun kampung baik dukun bayi untuk membantu proses kelahiran maupun dukun yang mempraktekan pengobatan alternatif.

Untuk menunjang pelayanan kesehatan khusus untuk warga kota Labuan Bajo telah disiapkan fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD) yang dilengkapi dengan mobil ambulance untuk kepentingan merujuk pasien atau untuk melayani puskesmas keliling serta ambulance speed untuk melayani pelayanan kesehatan di wilayah pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

Di Puskesmas Labuan Bajo pula memiliki ruang laboratorium untuk cek malaria, urine, glukotes, kehamilan dan pemeriksaan TBC. Namun, untuk jenis penyakit yang tergolong berat maka pasien terpaksa harus dirujuk ke Ruteng atau Denpasar. Sedangkan khusus untuk pasien wisatawan, pada umumnya mereka langsung dirujuk ke Denpasar, Makasar, Surabaya atau Jakarta untuk mendapat perawatan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai. (Kornelius Rahalaka)

 

You must be logged in to post a comment Login