Quantcast

ANTISIPASI DAERAH RAWAN LONGSOR

Dinas PU NTT Siagakan Alat Berat di Daerah Bencana Longsor

KUPANG. FBC-  Dinas  Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyiagakan  berbagai jenis alat berat untuk mengantisipasi bencana tanah longsor dan banjir , menyusul tingginya intensitas hujan dalam seminggu terakhir di daerah itu. Alat berat yang disiagakan itu  lebih diprioritaskan di Flores dan Timor.

Andre Koreh: Utamakan penanganan pada ruas-ruas jalan negara di Flores dan Timor ( Foto: FBC: Bonne Pukan)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, Andre W.Koreh kepada pers di Kupang, Selasa (15/1) menjelaskan,  alat berat tersebut sudah disiagakan oleh Dinas Pekerjan Umum Kabupaten/kota, sehingga  jika sesewaktu dibutuhkan langsung dimobilisasi ke lokasi bencana, terutama yang membutuhkan penanganan serius.

“Kami telah mengidentifikasi sekitar lebih dari 40 titik rawan longsor di daerah ini khususnya di ruas jalan negara dan  ruas jalan provinsi. Sedangkan, untuk daerah rawan banjir sementara masih sering terjadi di Flores  terutama jalur Ende – Maumere dan di pulau Timor terutama di Belu Selatan  dan Kabupaten Kupang.

Dinas Pekerjaan Umum,lanjutnya, juga membuka posko pemantauan bencana di ibukota provinsi dan semua ibukota kabupaten/kota untuk memantau kondisi wilayah, menyusul masih tingginya curah hujan yang terjadi di daerah ini, yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2013.

Dia menambahkan, dalam kondisi ekstrim, Dinas Pekerjaan Umum telah diminta oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, untuk mengutamakan penanganan pada ruas-ruas jalan utama, agar kembali berfungsi, karena berkaitan dengan mobilisasi orang dan barang.

Dia menyebutkan, ruas jalan yang saat ini membutuhkan perhatian serius adalah, Ende –Maumere di Pulau Flores dan Kupang – Soe, Soe – Kefamenanu.Khusus ruas jalan Ende –Maumere, telah teridentifikasi sekiyar 36 titik rawan longsor.Sedangkan di ruas jalan Kupang – Soe, Soe – Kefamenanu, teridentifikasi 10 titik rawan longsor.

Terkait laporan dari daerah, sejauh ini baru Kabupaten Rote Ndao, yang memberikan laporan,terjadi abrasi pantai di sekitar Kota Baa ,akibat terjangan gelombang yang terjadi minggu lalu.

“Khusus untuk bencana banjir di wilayah Belu Selatan, Kabupaten Belu, penanganan daruratnya sudah dilakukan oleh Balai Sungai Wilayah II Nusa Tenggara, yang telah mengirim bantuan ke lokasi bencana sejak pekan lalu,” tambahnya. (Oni)





You must be logged in to post a comment Login