Sail Komodo 2013 (Bagian Dua) : Menggugah Perhatian Pemerintah Pusat

KUPANG,FBC-SETELAH pemerintah pusat mengabulkan permohonan pemerintah provinsi NTT menjadi tuan rumah Sail Indonesia 2013 dengan nama Sail Komodo 2013, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/Kota se-NTT mulai bangkit menyusun strategi untuk menangkap peluang emas yang ada.

“Kita tidak boleh melepaskan peluang berlalu begitu saja tanpa manfaat apa- apa untuk masyarakat dan daerah ini. Kita memang bertekad agar Sail Komodo 2013 benar-benar sukses,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya kepada pers beberapa waktu lalu di Kupang pasca pembentukan kepanitiaan Sail Komodo 2013 tingkat provinsi NTT.

Patung selamat datang di Kota Labuan Bajo (Foto FBC)

Pemerintah provinsi NTT kemudian menyusun visi Sail Komodo 2013 yakni “Sail Komodo 2013. Jembatan emas menuju NTT sebagai daerah tujuan wisata utama (destinasi utama) dunia” dengan tujuan utamanya adalah mendorong percepatan pembangunan perekonomian dan kepariwisataan NTT.

Selain itu ada tujuan khusus yang mau diperoleh dalam Sail Komodo 2013 ini adalah mempromosikan tujuan wisata Komodo ini ke manca negara, pengembangan potensi kepariwisataan NTT, meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT, meningkatkan kualitas masyarakat dan mitra usaha pariwisata dalam pelayanan wisatawan.

Tujuan khusus lainnya adalah mensukseskan tahun kunjungan wisata 2013 (visit Flobamora years 2013) dengan target wisatawan sebanyak satu juta orang, mempercepat pembangunan NTT, memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluaga, membuka peluang pengembangan usaha setiap tujuan wisata wilayah, melestarikan potensi alam dan  budaya warisan dunia di NTT dan  mempersiapkan NTT sebagai tujuan wisata dunia.

Sail Komdo 2013 yang direncanakan akan  mengambil titik start dari Darwin, Australia Utara tanggal 27 Juli 2013 mendatang akan diikuti peserta sail dari dari Australia, Belgium, Canada, Cayman Island, Cokk Island, Finland, France, Netherland. New Zealand, Sweden, Switzerland, United Kongdom, USA, Ireland, Vanuatu, Fiji, Austria, South Afrika dan Japan serta beberapa negara lain yang berminat.

Pelepasan peserta di Darwin yang rencananya akan dihadiri langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Eka Pangestu ini diperkirakan akan tiba di Kupang sekitar tanggal 30 Juli 2013 dan disambut oleh Wakil Presiden RI, Boediono.

Dari Kupang, peserta akan dibagi dalam dua kelompok dengan menempuh jalur selatan dan utara hingga terakhir bertemu di Labuan Bajo sebagai titik finish Sail Komodo 2013. Meneurut rencana puncak Sail Komodo tanggal 9 September 2013 itu akan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Rute peserta Sail komodo 2013 setelah tiba di Kupang sebagai entry poin dibagi dua yakni rute utara dengan lintasan, Kota Kupang = Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara) – Atapupu (Kabupaten Belu) – Kalabahi (Kabupaten Alor) – Lewoleba (Kabupaten Lembata) – Larantuka (Kabupaten Flores Timur) –  Maumere (Kabupaten Sikka)  – Riung dan sekitarnya (Kabupaten Ngada dan Nagekeo) dan finish di  – Labuhan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat)

Rute yang kedua di wilayah Selatan menempuh pelayaran mulai dari Kota Kupang – Baa (Kabupaten Rote Ndao)  – Seba (Kabupaten Sabu Raijua) – Waingapu (Kabupaten Sumba Timur) – Waekelo (Kabupaten Sumba Barat Daya dan finish di Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat).

Peserta Sail ketika menyinggahi daerah-daerah tujuan diarahkan untuk menikmati obyek-obyek wisata yang ada di daerah masing-masing seperti wisata alam, budaya dan religi, wisata berburu, wisata kampung adat, wisata seni dan tari tradisional, wisata kuliner, wisata panjat tebing, wisata selancar dan menyelam serta obyek-obyek wisata lainnya di masing-masing daerah. Serta suguhan atraksi budaya khas masing-masing daerah yang disinggahi.

Perhatian pemerintah pusat dalam penyelenggaraan Sailm Komodo 2013 ini ditunjukan dengan serius melalui kucuran dana dari sejumlah kementerian. Sesuai informasi awal yang diperoleh Pemerintah Provinsi NTT, kucuran dana dari pusat bisa mencapai Rp 4 trriliun lebih.

Foto Ilustrasi : Danau Satarmese, Manggarai (Foto FBC)

Dana dari Kemenko Kesra sebesar Rp 210 miliar, Kemenenterian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 50 miliar, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 666 miliar dengan perincian untuk pembangunan desa-desa wisata sebesar Rp 200 miiar, pembinaan dan pengembangan kelompok-kelompok usaha ekonomi kreatif sebesar Rp 200 miliar, perbaikan fasilitas daerah tujuan wisata sebesar Rp 200 miliar dan memfasilitasi pelaku wisata dalam mendukung Sail Komodo 2013 sebesar Rp 66 miliar.

Dana lainnya dari Kementerian PU sebesar Rp 1,5 triliun dengan  sasaran, peningkatan dan rehabilitasi rusa-ruas jalan menuju daerah tujuan wisata, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jaringan air bersih dan penyediaan tangki air untuk pelayanan air bersih.

Dana dari kementerian Perumahan Rakyat sebesar Rp 250 miliar yang diperuntukkan bagi rehabilitasi rumah rakyat pada lokasi daerah tujuan wisata dan penataan kawasan pemukiman penduduk. Dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp 1,5 Triliun untuk peningkatan Bandara, pelabuhan dan terminal, pengadaan kapal penyeberangan,  dan pengadaan mobil angkutan wisata. Dari Kementerian Kesehatan senilai Rp 250 miliar untuk peningkatan Rumah sakit Labuan Bajo, pengadaan mobil ambulance, rehabilitasi puskesmas dan peningkatan sarana puskesmas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucurkan dana sebesar 500 miliar untuk rehabilitas museum, rehabilitas rumah adat, rehabilitasi tempat-tempat bersejarah dan dukungan pelaksanaan seminar internasonal.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk pengembangan jaringan listrik pedesaan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (LTS) dan pengembangan mikrohidro.

Kementerian Pertanian senilai Rp 350 miliar untuk peningkatan dan rehabilitasi lokasi wisata agro dan pengembangn wisata agro. Kementerian Kehutanan sebesar Rp 50 miliar untuk peningkatan wisata Taman Nasional Komodo dan peningkatan lokasi-lokasi wisata pada kawasan hutan.

Dari Kementerian Sosial sebesar Rp 50 Miliar untuk peningkatan pembangunan komunitas adat terpencil yang menjadi lokasi tujuan wisata dan peningkatan pelayanan sosial pada masyarakat miskin di lukasi tujuan wisata. Kementerian Infokom mengucurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk mendukung promosi dan informasi serta peningkatan jaringan informasi pada lokasi kegiatan.

Semengara dari Mabes TNI AU dan TNI AL juga memberikan dukungan pesawat Hercules, penyelenggaraan even terjun payung, dukungan kapal untuk menjangkau tujuan wisata dan penyelenggaraan selam massal internasional.

Kucuran dana yang begitu besar dari pemerintah pusat sekitar Rp 4 triliun lebih akan bertambah sesuai kebutuhan daerah, merupakan komitmen pemerintah untuk membangun kawasan Indonesia Timur yang masih jauh tertinggal dari daerah – daerah lainnya di Indonesia  Hal ini juga merupakan berkat yang diterima masyarakat NTT terutama masyarakat Manggarai Barat yang telah menjaga dan merawat binatang langkah Komodo di daerah mereka. (Bonne Pukan……. Bersambung…..)

One Response to Sail Komodo 2013 (Bagian Dua) : Menggugah Perhatian Pemerintah Pusat

You must be logged in to post a comment Login