Kontraktor Tinggalkan Proyek Gedung Perpustakaan

LEWOLEBA, FBC- Proyek pembangunan gedung perpustakaan untuk Sekolah Dasar Inpres (SDI) Rumang, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, ditinggalkan kontraktor  tanpa alasan yang jelas. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Rumang, Ridwan Weleng, S. Pd. saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, (24/10/2012).

Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Rumang, Ridwan Weleng, S. Pd

Kepada FBC, Kepsek Ridwan mengaku, Gedung SDI Rumang dibangun dengan menggunakan  Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2011. Namun ketika ditanya soal perusahaan pelaksana pekerjaan dan besaran dana yang diperuntukan bagi pembangunan gedung perpustakaan, Kepsek mengaku tak mengetahuinya.

“Dana untuk bangun gedung itu sampai sekarang saya tidak tahu, karena itu ditenderkan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO). Nama kontraktor pelaksananya Kasman Liliweri, tapi nama perusahaanya saya tidak tahu, Kasman tidak pernah sampaikan saya soal nama perusahaan pemenang tendernya,” tutur Kepsek.

Pengamatan langsung FBC di lapangan, pengerjaan gedung masih banyak yang belum terselesaikan.  Pintu,  jendela, plafon, teras depan dan beberapa bagian keramik lantai terlihat belum terpasang. Gedung perpustakaan yang berdiri persis di depan kantor sekolah itu, terkesan tak terurus. Papan nama proyek pun tak terpasang.

Ulah kontraktor yang meninggalkan pekerjaan ini, membuat kesal Kepsek Ridwan. Betapa tidak, Kasman selaku pelaksana pekerjaan tidak saja meninggalkan pekerjaan, tetapi juga meninggalkan utang pembelian bahan material lokal dan honor tenaga kerja, yang ditotal bernilai jutaan rupiah.

“Dia tidak hanya kasih tinggal ini pekerjaan, tetapi juga utang. Utang-utang itu berupa utang pembelian bahan material lokal di masyarakat dan milik sekolah , sewa gudang sekolah, sewa fiber penampung air milik sekolah, juga air kerja, dan honor tenaga kerja,”  ungkap Kepsek.

Kepsek Ridwan menambahkan, Kasman Liliweri sebagai pelaksana proyek, hingga kini tak lagi menampakan diri di Rumang. Informasi terakhir yang ia terima dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PPO  Kecamatan Buyasuri, kontraktor pelaksana telah di PHK .

Dengan demikian Ridwan mempertanyakan, kelanjutan pembangunan gedungnya, mengingat keberadaan gedung perpustakaan sangat dibutuhkan sebagai sarana penunjang belajar siswa, selain itu sarana pendukung perpustakaan pun telah disiapkan.

“Kalau memang benar kontraktornya telah di PHK, saya berharap Dinas PPO segera menunjuk perusahaan baru sebagai pelaksana lanjutan, karena saya yakin masih ada sisa anggaran untuk penyelesaian pembangunan gedungnya. Namun jika PPO tidak menunjuk perusahaan, maka sisa anggaran itu, sebaiknya diserahkan kepada Komite SDI Rumang. Saya yakin mereka (Komite) bisa menyelesaikan sisa pekerjaan itu,” harap Ridwan.

Kondisi Gedung Perpustakaan SDI Rumang yang ditinggalkan kontraktor

Hal senada  diungkap seorang warga desa Rumang, yang tak mau namanya di sebutkan. “Bagaimana kami tahu tentang dana dan perusahaan pelaksana? Papan nama saja tidak terpasang sejak awal pengerjaan.” katanya.

Walau demikian ia berharap, kepala sekolah terus melakukan koordinasi dengan Dinas PPO, agar gedung segera diselesaikan, dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sarana belajar peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PPO dan Kasman Liliweri selaku pelaksana pekerjaan, belum sempat di konfirmasi. (Yogi Making)

One Response to Kontraktor Tinggalkan Proyek Gedung Perpustakaan

You must be logged in to post a comment Login