Kadis PPO NTT Dikukuhkan Sebagai Tua Adat Detukeli- Nuamulu

Kadis PPO Propinsi NTT, Klemens-Meba (tengah) mengenakan pakaian adat Ende Lio bersama tua tua adat

ENDE, FBC- “Menjadi mosalaki adalah sebuah pesanan dari nenek moyang, suatu pelayan publik yang harus diterima sebagai manusia yang lahir dari rahim tradisi dan budaya. Kepemimpinan melalui tua adat (mosalaki) konsep dasarnya adalah melanjutkan keturunan yang telah diwariskan oleh nenek moyang saya”

Pernyataan ini disampikan oleh Drs. Klemens Meba, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi NTT dalam upacara syukuran pengukuhan dirinya sebagai Mosalaki Ria Bewa Ulu Lele Ndolu Eko Watu Mera (wilayah kekuasaan) yang berlangsung di Lapangan SDK Nuamulu, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Sabtu (28/07)

Kepada FBC, Klemens Meba menuturkan,  dirinya diangkat menjadi Mosalaki atau tua adat merupakan sebuah pesan dari nenek moyang yang perlu dilestarikan.  ”Mosalaki memiliki kekuatan dan kuasa dalam wilayahnya masing-masing, selain itu juga saya sendiri merasa terdorong untuk  bergabung dalam kegiatan masyarakat adat, masuk di dalamnya dan berjuang demi  bersatu dan mempersatukan  posisi adat yang ada,” tegas Klemens

Dalam upacara syukuran ini, Klemens Meba dikukuhkan melalui seremonial adat sesuai dengan tradisi setempat dan ditutup dengan upacara perayaan Ekaristi.  Upacara diawali dengan penyambutan secara adat, melalui penjemputan oleh Sanggar Seni Pora dengan tarian Orowoko, menuju panggung utama.

Hadir pada upacara ini, pejabat pemerintah dari Propinsi, Ketua DPC PDIP cabang Ende, Heri Gani, Anggota DPRD Kabupaten Ende, warga Detukeli dan ratusan warga dari beberapa kecamatan sekitar. Turut hadir  tua adat dari wilayah perseekutuan sekitar kecamtan Wolojita, Mosalaki dari Nggela, Wolopau, Nuamulu dan Pora.  (NDO)

You must be logged in to post a comment Login