Sebanyak 8.119 KK Tidak Lagi Menerima Jatah Raskin

RUTENG,FBC-Sebanyak 8.119 dari 36.752 Kepala Keluarga (KK) yang termasuk dalam data Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) beras miskin (raskin), di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, bakal tidak menerima jatah raskin, karena tidak lagi dikategorikan miskin.

Demikian dikatakan, Kepala Bagian Ekonomi, Setda, Kabupaten Manggarai, Maksimus Man, di damping Kasubag Produksi Daerah, Amandus Hansi, saat di temui FBC, di ruang kerjanya, Senin (9/7).

Menurut Man, penurunan jumlah RTSPM di Manggarai mencapai 22 persen yaitu dari jumlah 36.752 turun menjadi 28.633. Sehingga ada 8.119 KK yang nantinya tidak menerima jatah raskin lagi. “Ini kebijakan pemerintah pusat dan akan berlaku mulai periode Juni-Desember 2012,” katanya.

Kantor Bupati Manggarai

Guna menghindari terjadinya kesalahpahaman di masyarakat, maka dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait kebijakan tersebut. Data pengurangan RTSPM ini, kata Man, adalah data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

“Waktu sosialiasi di tingkat Provinsi NTT. Saya kecewa dengan data Statistik, karena ternyata data ini bukan data dari statistik. Tetapi data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Saat melakukan pendataan, kami sendiri tidak tahu serta metode yang di pakai seperti apa kami juga tidak tahu. Tetapi tiba-tiba data yang baru ini, kami dapat dari pusat dan dikirim dalam CD (compak disk),” jelas Man.

Ia juga menyebutkan, jatah raskin untuk setiap RTSPM masih tetap sama seperti sebelumnya, yaitu 15 kg dengan harga Rp.1.600/kg. “Kita belum keluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA), karena menunggu SK Bupati yang saat ini masih dalam proses,”kata Man.

Bupati Manggarai, Christian Rotok, yang dikonfirmasi terpisah, terkait kebijakan pemerintah pusat tentang pengurangan jumlah RTSPM raskin di Kabupaten Manggarai, mengatakan, daerah tidak akan memberikan suplemen bagi RTSPM yang tidal lagi terklasifikasi miskin. Kebijakan pemerintah pusat ini mudah-mudahan sudah melakukan evaluasi.

“Kalau benar evaluasinya seperti itu, dimana pada tahun 2012 ada rumah tangga yang tidak lagi terklasifikasi miskin, maka daerah tidak perlu menutupi jatah raskin yang kurang itu,”ujar bupati Rotok.

Ia juga menjelaskan, dengan adanya pengurangan RTSPM berarti sudah ada rumah tangga yang tidak terklasifikasi miskin. Sehingga di satu sisi tentu kita gembira, karena angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai berkurang.  “Angka kemiskinan ini memang harus berkurang, hingga suatu saat tidak ada lagi masyarakat yang miskin,”katanya.

Realisasi Penyerapan Raskin 95 Persen

Realisasi penyerapan beras miksin (raskin) untuk Kabupaten Manggarai tahun 2012 telah mencapai 95 persen. Dari pagu 2.756.400 kg yang sudah terserap sebanyak 2.631.210 kg dan sisanya 125.190 kg.

“Penyerapan raskin tahun ini cukup bagus, karena tinggal sedikit saja yang belum. Kita upayakan, untuk secepatnya distribusi lagi sisa raskin yang ada ini,”jelas Kepala Seksi Pelayanan Publik, Perum Bulog Sub Divre Ruteng, Hanafi, di Ruteng, Jumat (6/7). Ia tambahkan, pagu raskin untuk Juni-Desember 2012 sudah ditetapkan oleh Provinsi NTT. Hanya saja, masih menunggu Surat Perintah Alokasi (SPA) dari Pemerintah Daerah.       

Sedangkan menyinggung soal stok beras menjelang puasa dan lebaran. Menurutnya,  stok  beras sampai saat ini masih cukup. Di pelabuhan Kendindi-Reo sedang dibongkar 1000 ton dan rencana bulan Agustus nanti akan masuk lagi 3000 ton yang didatangkan dari Jawa Timur.(Dus)

You must be logged in to post a comment Login