Quantcast

Uskup Hubert : ”Hari ini Kamu Sudah Menjadi Diakon”

MAUMERE, FBC- ”Hari ini kamu sudah menjadi Diakon. Masa pendidikan sudah usai. Perjuangan studi filsafat dan teologi serta pembinaan telah berakhir. Segala persyaratan untuk menjadi pelayan dan pemimpin umat sudah terpenuhi,” ungkap Uskup Pentahbis, Mgr. Hubertus Leteng, Pr. dalam upacara pentahbisan 14 diakon  di aula Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret, Minggu, (15/4).

Mgr. Hubertus Leteng, Pr

Hadir dalam upacara itu, Keluarga para diakon dari 4 keuskupan dan undangan dari Pemda Sikka, ketua dan wakil ketua DPRD, ratusan frater, puluhan biarawan/I dan ratusan umat sekitar paroki Nita. Semuanya menjadi saksi atas acara misa meriah dan agung untuk diakon.

Saat berkotbah, Uskup Hubert mengajak para diakon untuk selalu melayani umat. Pada kesempatan itu, mantan pendidik para cara imam projo di Seminari Tinggi St. Petrus  ini membagikan pengalaman menghadapi umat yang dililiti persoalan.

Uskup Ruteng ini, juga mengajak para diakon, agar selalu meluangkan waktu mendengarkan masalah umat dan ikut ambil bagian atas soal yang dialami umat saat ini. Menurut Uskup, persoalan  memang tidak mudah, tapi para pelayan mesti merelakan waktu. Diakon juga sudah menjadi pemimpin dalam lingkungan gereja.

”Biasanya kemampuan dan daya cipta masih segar. Terobosan memajukan umat patut diacungkan jempol. Gebrakan terbuka peluang, asalkan komunikasi terbuka dibangun pemimpin yang masih muda. Juga perlu belajar dari pemimpin yang sudah tua,” kata Uskup.

Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam sambutannya mengatakan, perlu saling berkomunikasi terbuka antara pemimpin gereja dan pemerintah. Ia menggarisbawahi tugas pemimpin adalah melayani sesama manusia. ”Kesejahteraan merupakan muara akhir pelayanan. Perbedaan cara mencapai tujuan bukanlah hal yang membuat pemimpin saling mengritik,” kata  Bupati Sikka.

Romo Ewal Sedu, Pr, preses Seminari Tinggi, St. Petrus, Ritapiret dalam kesempatan itu mengajak Diakon dan para umat yang hadir untuk kembali pada nilai-nilai iman, semangat membebaskan sesama yang tertindas, mengabarkan warta gembira bagi yang susah, dan menjadi pemimpin yang handal di tengah krisis kepemimpinan dewasa ini.

Romo Ewal mengungkapkan, almater-Bunda Ritapiret telah berbuat banyak bagi diakon sekalian. Menurutnya, kini telah tiba saat untuk pergi menaburkan benih-benih kedamaian, keadilan dan kebenaran ke tengah dunia. “Hari ini, Anda sekalian bukan lagi mahasiswa, frater,  namun sudah menjadi diakon. Bahagia bagi kamu!”, ungkap Romo Preses.

Keempat belas diakon terdiri atas 11 diakon projo. Mereka berasal dari keuskupan Ruteng, Larantuka, Maumere dan keuskupan agung Ende. Tiga lainnya adalah diakon biarawan dari ordo Karmel, Vocationis dan Trapis. (Kas)

Perayaan Pentabisan Diakon di aula Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret, Minggu, (15/4)





You must be logged in to post a comment Login