Quantcast

Mbay Berpotensi Jadi Lumbung Pangan

Areal persawahan di dataran Mbay-Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT

Nagekeo_FBC.  barangkali merupakan satu kabupaten yang ada diFlores yang kini sedang berusaha untuk memperkenalkan namanya kepada masyarakat luas. Pasalnya, kabupaten ini baru 2007  lalu dimekarkan dari Kabupaten Ngada. Banyak orang masih salah menyebut karena mengira Nagekeo masih bagian dari Kabupaten Ngada.

Salah sebut bukanlah suatu yang luar biasa. Hanya dengan datang ke  Negekeo, menyaksikan budaya dan potensi alam, orang lantas begitu mudah mengenal kabupaten baru ini. Belum lagi melihat potensi persawahan di Mbay, segera meyakinkan wilayah ini  sebenarnya terletak di Kabupaten baru yakni  Kabupaten Nagekeo.

Saat FBC mengadakan perjalanan menuju pelabuhan Marapokot-Mbay, Kabupaten Nagekeo,Flores, NTT,  Senin, (7/2/), potensi persawahan yang terdapat di sini sungguh memakau. Pada sisi kiri-kanan jalan terhampar persawahan yang membentang luas.  Tidak sekadar hamparan, persawahan yang ada pun sudah tertata rapi dengan deretan  pematang. Selama perjalanan dari pusat kota ke  pelabuhan Marapokot yang berjarak 8 km, persawahan yang terbentang menyuguhkan pula pengetahuan dan budaya kerja dari masyarakat setempat.

FBC menjumpai beberapa petani yang tengah sibuk menyemai bibit padi. Sebagian mereka  menyiangi tanaman.  Di pondok-pondok kecil yang terdapat di tengah persawahan, nampak  beberapa orang sedang menjaga padi dari  burung-burung yang berterbangan.  Sebagian areal, padi tengah  menguning dan siap untuk dipanen.

Sesungguhnya, Kabupaten Nagekeo menambah lagi satu potensi daerahnya terutama dengan hadirnya Mbay sebagai daerah persawaan. Menurut data statistik per Agustus 2011, topografi wilayah Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT memiliki dataran seluas 1. 416, 96 km2, wilayah perairan seluas 379. 493, 40 hektare dengan panjang pantai 131,40 km2.

Sedangkan areal persawahan terdiri dari 130. 447 hektare potensi lahan kering, dan 38. 825 hektare lahan kering yang sudah difungsikan. Ada juga lahan basah potensial seluas 11. 249 hektare dan 6. 054 hektare lahan basah yang sudah difungsikan. Secara keseluruhan areal persawahan potensial di Kabupaten Nagekeo seluas 141. 696 hektare.

Tentu saja areal persawahan tersebut secara ekonomis sangat ‘menjanjikan’ kehidupan masyarakat terutama kebutuhan pokok akan pangan (beras). Namun, tidak berhenti disitu saja. Sangat mungkin kedepannya Mbay  menjadi salah satu “lumbung beras” terbesar di NTT.**(Che)





2 Responses to "Mbay Berpotensi Jadi Lumbung Pangan"

You must be logged in to post a comment Login