Indahnya Bendung Sutami-Mbay

Aliran air dari induk Bendungan Sutami-Mbay menuju areal persawahan (08/02/12)

Nagekeo_FBC. Bagi yang ingin berwisata Bendung Sutami di Nagekeo-Flores,NTT, bisa menjadi pilihan yang menarik. Bendungan yang semula dibangun hanya karena hendak mengatasi banjir di tahun 1973 dan sentrum pengairan areal persawahan. Kini bertambah lagi fungsinya yakni sebagai lokasi wisata alam yang menyenangkan.

Awal mula pembuatan bendungan ini terjadi tiga puluh tahun silam, tepatnya tanggal 29 April 1973. Ketika itu wilayah sekitar pemukiman Nggolo-Mbay, Kabupaten Ngada (saat itu) dan sekarang Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT dilanda banjir.

Banjir dengan kapasitas air mencapai 7800 liter/detik dan ketinggian 4,3m2 memporak-porandakan rumah-rumah warga, lahan pertanian dan persawahan, ternak peliharaan bahkan sampai menelan 20-an nyawa warga.

Dengan kondisi air yang melimpah rua akibat banjir, pemerintah ketika itu, berinisiatif untuk membangun sebuah bendungan. Dengan bendungan maka air  dapat ditampung  sehingga kemudian dialirkan ke persawahan di wilayah Mbay yang terkenal dengan dataran yang luas.

Aliran air menuju induk Bendungan Sutami-Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT (08/02/12)

Tidak sekadar rencana, atas kerjasama Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dan PT.Adhi Karya-Mbay,‘area naas’ itu didapuk menjadi sentrum pengairan (centrum of irrigation).

Dua tahun kemudian, tepatnya pada November 1975, bendungan selesai dikerjakan dan siap diresmikan. Ketika itu,  Ir. Sutami menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum RI. Ia pun  meresmikan bendungan tersebut. Sebagai bentuk penghormatan warga bendungan itupun diberi nama  Bendung  Sutami.

Saat ini, Bendung Sutami menjadi sentrum pengairan areal persawahan masyarakat Kabupaten Nagekeo. Konradus Tero (52), salah satu senior yang bertugas di kawasan induk bendungan Sutami-Mbay,  kepada FBC (8/2), menjelaskan bahwa dengan kapasitas air yang cukup tinggi, bendung ini mampu mengairi area persawaan sekitar 6500 hektare.

Induk Bendungan Sutami-Mbay, Kabupaten Nagekeo,Flores-NTT (08/02/12)

Tidak hanya sebagai sentrum pengairan,  Bendung Sutami pun kini sering dikunjungi orang untuk berekreasi  ataupun  penelitian. ”Bendung Sutami seringkali dikunjungi para pengunjung terutama dari luar daerah Nagekeo termasuk orang dari manca negara yang melakukan studi dan penelitian” kata Konradus.

Sudah tentu, menjadikan  Bendungan Sutami sebagai area wisata, bukanlah suatu keterpaksaan. Dari pantauan FBC di area bendungan, lokasi ini sangat tepat untuk untuk berekreasi. Sebab, alam yang indah di sekitar bendungan dapat menjadi suguhan yang menyenangkan bagi siapa saja yang memilih berwisata  ke tempat ini.

Namun, alangkah baiknya, bila kemudian , jika serius menjadikan kawasan ini sebagai daerah wisata, maka tentu diperlukan berbagai usaha termasuk penyediaan fasilitas untuk  memberikan kenyamanan bagi pengunjung. ** (Guche Montero)

You must be logged in to post a comment Login